Sales and Marketing Stasiun Televisi, harus Lebih Dari Sekadar Cantik

Sales and Marketing Stasiun Televisi, harus Lebih Dari Sekadar Cantik

Tiga orang perempuan berparas cantik dan satu orang laki-laki tampak bercengkrama, sesekali mereka tertawa. “Ya, kalian semua nanti aku traktir di cafe tempat kita nongkrong ya. Pokoknya sampai perut kalian sudah gak muat lagi. Bebas mau makan apapun!” kata salah satu di antara mereka mengakhiri perbincangan dan semua langsung terdiam, karena bos sales and marketing baru saja lewat di depan mereka.

Hampir bisa dipastikan, divisi di televisi yang paling heboh dan mungkin tampak lebih glamour adalah divisi sales and marketing. Mereka akan tampil jauh lebih trendi dibanding orang-orang televisi di divisi lain walaupun saat mereka pakai segaram yang sama di televisi tersebut.

Inilah divisi ujung tombak mati hidupnya televisi. Tampak berlebihan, namun demikian adanya, tanpa mereka maka acara televisi tidak akan hidup. Karenanya merekalah yang mencari pengiklan yang secara tidak langsung menghidupi televisi tersebut. Sales marketing harus mampu meyakinkan para calong pengiklan untuk membelanjakan iklannya di perusahaan media ini. Lalu bagaimana divisi sales dan marketing bekerja?

Air time yang dimiliki oleh stasiun televisi inilah yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang, air time bisa dijual pada siapapun yang menginginkan, dalam hal ini tentu saja para advertiser yang berkepentingan mempublikasikan produk atau jasanya. Advertiser bisa melakukan full blocking time dengan membeli air time yang dimiliki oleh stasiun televisi tersebut atau dengan memasang iklan. Iklan televisi biasanya dinamakan sebagai television commercial atau disingkat dengan TVC serta public service announcement atau PSA. Bentuk iklan tidak itu saja, ada juga dalam bentuk grafis dimana ia bisa tampil tidak dalam jeda iklan melainkan menempel pada program televisi saat berlangsung. Dalam bentuk lain iklan produk juga bisa atau dengan adlib, misalnya dibuat dalam bentuk kuis. Intinya, pada air time inilah berbagai jenis dan format iklan bisa tampak dan terdengar di televisi.


Television rate card 2012
Dengan demikian divisi sales and marketing bisa menjual itu semua pada para pengiklan, yang paling penting bagaimana agar advertiser bisa yakin dan akhirnya mau mengiklankan produknya pada stasiun televisi tersebut. Dan inilah tugas para account executive atau AE yang bekerja di sebagai lini depan di bawah naungan divisi sales dan marketing. Para AE ini akan bertanggung jawab pada atasan mereka yakni account manager. Dan account manager ini seringkali mulanya ia berkarir dari seorang aacount executive. Di salah satu televisi swasta besar nasional, ada seorang direktur marketing di mana sepuluh tahun lalu ia berangkat dari seorang account execuitve juga. Karirnya terus menanjak karena ia memang merupakan karyawan yang sangat ulet, sehingga promosi jabatan ia raih bertahap hingga posisi puncak seperti saat ini.

Di internal televisi sendiri, divisi sales marketing akan bekerja sama dengan divisi lain, dalam hal ini dengan divisi programming dan divisi produksi. Pada divisi programming, sales marketing akan menanyakan tentang jadwal acara di televisi itu dengan detail. Pola acara televisi memang menjadi bagian tugas dari bagian scheduling, bagian ini di bawah divisi programming. Namun selain pola acara yang sudah dibuat secara reguler, ada kalanya divisi sales marketing memerlukan jadwal lain yang bisa jadi belum dibuat oleh bagian scheduling. Misalnya kemungkinan untuk acara-acara pada tiga bulan yang akan datang. Atau misalnya ketika ada client dari sales dan marketing yang memerlukan blocking time di suatu waktu tertentu. Dengan demikian divisi sales marketing akan tahu slot waktu mana yang memungkinkan bisa ia jual pada clientnya untuk blocking time tadi. Untuk mengatur slot iklan yang akan masuk pada sela-sela program acara tersebut akan dibuat jadwalnya oleh bagian traffic.

Pada divisi produksi, masih perihal blocking time, sales marketing perlu tahu berapa budget untuk keperluan produksi yang diperlukan. Selain budget tentu akan berkaitan juga dengan masalah sumber daya manusia yang ada pada divisi produksi yang kelak akan bekeja untuk produksi di acara blocking time tadi. Jika tidak terkait dengan blocking time, maka tim sales marketing hanya berhubungan dengan divisi programming. Divisi sales marketing juga akan memerlukan tim promosi, ya sales dan marketing berkaitan erat juga dengan tim promosi baik tim off air maupun tim promo on air.

Jika para advertiser akan memasang iklan dengan tvc pada program yang telah ada, maka sales marketing sebenarnya sudah memiliki panduan rate card hingga diskon yang akan diberikan. Rate card merupakan harga slot iklan yang ditentukan oleh televisi. Durasi slot iklan terdiri atas satu menit, tiga puluh detik, lima belas detik, hingga lima detik. Harga slot iklan dalam rate card tadi bervariasi tergantung dari waktu tayang serta durasi. Sales marketing inilah memerankan fungsi sebagai jembatan antara pengiklan dengan pihak televisi. Di sinilah kepiawaian tim sales marketing, ia harus bisa memberikan layanan sebaik mungkin pada klien, dan mendapatkan iklan pada televisi di mana ia bekerja. Proses negosiasi tentang harga serta bagaimana pembayaran dan hal detail lainnya dibutuhkan oleh tim sales marketing. Sehingga akhirnya, tim sales dan marketing bisa goal dengan billing yang dikeluarkan oleh tim akunting. Pundi-pundi uang akan mengalir pada stasiun televisi, dan sales marketing akan mendapat bonus jika ia bisa mencapai atau syukur-syukur melampaui target yang diberikan.

Selain mesti paham betul tentang seluk beluk bagaimana iklan bisa tayang di televisi dan bagaimana pula cara negosiasi dengan client, hal tak kalah penting dari tim sales dan marketing tentu saja tentang pengetahuan program televisi itu sendiri. Walapun ia bukan dan tak terlibat dalam produksi acara televisi, tim sales marketing harus tahu content serta keunggulan dari program tersebut. Jika program yang ia tawarkan memiliki rating dan share yang tinggi, tentu akan sangat membantu dalam mendapatkan iklan, namun ika tidak tentu harus ada upaya lebih keras lagi. Seperti halnya programming, orang-orang yang bekerja di divisi sales marketing juga mestinya tahu tentang kompetitor dari acara yang iklannya akan merereka cari itu. Apa saja kelebihan dari acara itu ketimbang kompetitornya atau head to head dari acara itu sendiri, sehingga client akan yakin untuk beriklan di program yang ditawarkan.

Di sebuah cafe tempat janjian tim sales dan marketing, sudah ada lima orang dalam satu meja yang letaknya strategis, sebuah sudut yang tidak terlalu ramai. Salah satu AE yang berhasil menggaet client itu tampak sumringah sebab ini merupakan pengalaman pertama ia mendapat client yang lumayan besar dan langsung menandatangani kontrak perjanjian untuk memasang iklan dalam waktu setahun. Di sela-sela obrolan yang hangat, laki-laki di antara empat perempuan itu melonjak. Dari layar gadget lebarnya, calon clientnya meminta ia untuk menemuinya besok. Sebab katanya ia jadi berminat untuk blocking time di televisi di mana sales dan marketing itu bekerja. Suasana jadi tambah riuh. Di lapangan kerja mereka tak semudah yang orang kira, ilmu marketing sejatinya memang didapat nyata di lapangan, bukan di kampus-kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *