Pelatihan Jurnalistik Media

Pelatihan Jurnalistik Media

Seiring dengan waktu, jurnalisme terus berkembang. Berbagai platform media saat ini bisa menjangkau sasaran nyaris tanpa batas. Perlahan media yang hanya satu arah pun akan ditinggalkan. Namun demikian nilai jurnalistik kini malah menjadi sumir sebab banyak kaidah yang dilanggar.

Bagaimana untuk memahami jurnalisme media yang terus bergerak dinamis ini? Saya memberikan berbagai pelatihan media, baik untuk korporasi maupun intansi. Materi yang diberikan diantaranya:

  1. Menulis untuk Media
  2. Menyunting/editing
  3. Membuat Press Release
  4. Jurnalistik Televisi

Beberapa pelatihan telah saya berikan untuk lembaga pemerintahan dan swasta. Jika Anda memerlukan pelatihan yang dimaksud, Silakan contact saya melalui surel dikiumbara@gmail.com atau twitter: dikiumbara

Mulanya televisi dan radio beroperasi secara manual dimana audio dan video disimpan dalam tape, lalu tape itulah yang kemudian diputar. Ketika teknologi komputer ada, cara konvensional memutar tape itu masih berlangsung lama. Seiring dengan perkembangan teknologi lainnya, maka saat ini ara konvensional mulai ditinggalkan atau setidaknya dikurangi. Broadcast Automation menjadi solusi bagaimana radio dan televisi yang kini beroperasi selama 24 jam non stop. Dan manusia tidak mesti selama itu pula mengontrolnya, itulah kenapa broadcast automation dibuat.

Dalam radio atau bahkan televisi, maka iklan, jingle, musik, bisa disusun sedemikian rupa dalam playlist yang jika telah tersusu rapi maka automationlah yang bekerja. Mulanya sesederhana itu prinsip kerja broadcast automation, namun kini beberapa software auotomation teleh disempurnakan sehingga kebutuhan yang diakomidir tidak hanya itu saja.

Sistem modern saat ini semua material disimpan dalam hardisk, berbagai jenis file musik, video, atau keduanya tersimpan dalam bentuk kompresi yang ukurannya bisa disesuaikan. Dengan digital automation maka penjadwalan bisa dilakukan dimana file yang dimaksud bisa diretrieve dengan waktu yang presisi.

Pada siaran televisi, playout automation memudahkan segalanya. Penyimpanan material dalam video server kini menggunakan teknologi 9-Pin Protocol dan Video Disk Control Protocol (VDCP). Inilah beberapa penunjang untuk managemen library video dan pengarsipan yang diperlukan televisi.

Broadcast Automation saat ini merupakan integrasi dari playout, ingest, penjadwalan. Dan semua ini terkoneksi di sebuah master control room televisi. Dengan automation yang terintegrasi ini tidak diperlukan lagi banyak orang, bahkan beberapa kanal televisi hanya memerlukan satu orang saja yang bertugas untuk mengoperasikan automation. Apalagi misalnya kanal televisi yang hanya memutar acara saja tanpa ada siaran langsung baik di studio maupun dari lapangan.digital studio

gamar: digitastudiome

Automation Workflow

Jalaur automation akan nampak rumit, namun justru ialah yang sesungguhnya mengurai kerumitan itu sehingga menjadi logika skema yang sederhana. Ialah yang mengatur jalur mulai dari source tayangan hingga material tersebut akhirnya bisa diterima oleh audiens.

Secara sederhana workflow automation akan terbagi atas tiga hal, yakni content creation, content management, dan content delevery. Content creation merupakan material yang nantinya dikirim pada content management. Content creation ini juga terbagi atas beberapa sumber yakni base ingest, file ingest, serta NLE Production Area.

Sedangkan pada content management akan terbagi atas scheduling and traffic, archieving and MAM, dan news room and live production. Sedangkan pada content delivery terdiri atas Master CR dan Production CR yang itu semua berujung pada berbagai playout.

Jika tidak dirunut maka skema seolah merupakan silang sengkarut, namun ia sesungguhnya memudahkan kita dalam bekerja secara sitematis dari hulu hingga hilir.

Content Creation

Material utama tayangan dimulai dari hulu bisa dibuat dengan berbagai cara. Pada base-band ingest materi didapat dari kamera, VTR, serta satelit yang kemudian melalui A/V router ia akan masuk pada media recorder yang diingest melalui VTR atau feeding. Cara lainnya dengan file ingest, file diingest melalui P2 atau XDCAM, bisa pula melalui FTP. Dan terakhir konten dibuat melalui non linear editing (NLE).

Nah dari ketiga cara inilah selanjutnya content creation terhubung pada content management mallui proxy. Daftar yang akan diingest kemudian dimasukan ke dalam sistem content management.

Content Management

File audio, video, atau keduanya bisa dikelola sedemikian rupa sehingga file yang semula dari content creation tersebut akhirnya bisa terdistribusikan. Melalui ingest list (daftar file yang telah diiput) file tersebut disusun untuk keperluan schedulling dan traffic yang di dalamnya mencakup semua program, iklan, yang nantinya akan bermuara pada laporan billing di content delivery.

Selain schedulling dan traffic pada content managemen ini juga ada library yang berfungsi sebagai pengarsipan dimana data video dan audio tadi bias diretrieve kapan saja. Sederhanya file dari content creation diterima melalui proxy generatorlantas dimasukan ke dalam pengarsipan yang selanjutnya bisa ditranscode untuk dikirim ke content delivery.

Pada content management yang tidak kalah penting tentu saja playlist untuk kebutuhan newsroom dan live production. Sebuah fasilitas yang simpel namun bermanfaat ada di dalamnya yakni aplikasi untuk pembuatan rundown.

Content Delivery

Inilah muara dari semua proses broadcasting televisi yang diakomodir melalui automation. Dari scheduling dan traffic yang dihasilkan oleh content management tadi akan memiliki output berupa billing untuk keperluan sales marketing serta akunting.

Dari newsroom maupun production live pada content management, akan muncul rundown yang telah dibuat tadi serta naskah yang pada akhirnya bisa ditampilkan ke dalam prompter yang kemudian bisa dibaca oleh pembawa acara.

Yang paling banyak bermuara dari content management menuju content delivery adalah archieving, dimana materi audio visual yang berbentuk file tadi masuk ke MCR melalui Play Out utama beserta backupnya. Dari sanalahlah berbagai output ada mulai dari 4K, SDI, serta IP yang kemudian ditansmisikan baik salah satu atau bersamaan. Maka, siaran televisi bisa diterima melalui beragam platform, melalui website, terseterial, maupun satelit.

Begitulah automation, ia benar-benar mengatur dari hulu hingga hilir sehingga jalur yang rumit disederhanakan. Oleh karena itulah saat ini banyak kanal televisi yang bisa dioperasikan oleh sedikit orang saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *