Ngobrolin Wardrobe (Tata Artistik part 6)

Gimana wardrobe buat talent cowok udah siap apa belum Ndah?” tanya Farrah, seorang Line Producer pada Indah dalam satu kesempatan persiapan shooting video klip. “Sebetulnya sich udah dapet Jeng, cuma ditolak sama sutradara tuh,…katanya kurang cocok sama karakter yang dia mauin”, jelas Indah dengan bibir monyong.

Wardrobe dalam arti sebenarnya adalah lemari dinding tempat menyimpan pakaian, awalnya nama “wardrobe” dimaksudkan pada sebuah ruangan di dinding yang menyatu dengan tembok. Sebutan lain untuk wardrobe adalah armoire. Namun, dalam istilah televisi dan film istilah wardrobe langsung dikaitkan pada masalah pakaian atau kostum pemain itu sendiri, bukan tempat peyimpanannya.

Memilih pakaian untuk sebuah pertunjukan film atau televisi bukan perkara mudah, selain harus punya sense of art dia juga mesti memiliki skill yang baik. Memang orang yang mengurus wardrobe tidak harus bisa merancang sebuah kostum tapi alangkah baiknya jika dia punya pengalaman bekerjasama dengan seorang costume designer.

Gambar :gastah.com

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pakaian di antaranya:

  1. Pilih pakaian dengan warna-warna yang sesuai dengan tema acara
  2. Hindari pakaian yang bercorak garis-garis kecil, baju dengan motif garis-garis kecil biasanya akan menimbulkan flickr.
  3. Jangan memilih pakaian dengan motif kotak-kotak kecil, ini juga akan mengakibatkan hasil visual yang flickr.
  4. Hindari kostum berwarna putih mengkilap apalagi polos tanpa corak

Gambar: costume design by Rety Palupi 42.4C Fatmawati

Gambar: costume design by Fajar Tri 42.4C Fatmawati

Adit sedang “membereskan” wardrobe peserta game show tv. Photo by Reni Umbara

Wardrobe yang unik dalam sebuah gameshow tv. Photo by Reni Umbara

Buku bacaan yang disarankan “Make-Up and Costume for Television” penulis Jan Musgrove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *